Thursday, February 25, 2016

Kisah Kuki dan Mimo




KUKI DAN MIMO
Alkisah di sebuah daerah nan jauh disana, hiduplah Kuki dan Mimo si kupu-kupu. Kedua nya adalah sahabat semenjak masih di dalam telur. Kuki dan Mimo sangat dikagumi oleh teman-teman serangga yang lain karena keindahan sayap yang mereka miliki. Kuki dan Mimo tinggal di sebuah taman bunga di tepi hutan. Tempat tersebut dipenuhi oleh berbagai macam jenis bunga yang memiliki nektar yang lezat. Setiap hari ketika fajar menyingsing Kuki dan Mimo akan terbang dan hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain. Tugas mereka lah untuk menjaga agar tanaman-tanaman ditempat tersebut berbunga sepanjang waktu, dan sebagai imbalannya mereka diperbolehkan untuk memakan nektar bunga sesuka hati mereka. Ketika mengambil nektar mereka harus meletakkan serbuk sari diatas kepala putik sehingga kelak akan ada tanaman baru yang tumbuh untuk berbunga kembali.

 Taman bunga tempat mereka tinggal seluas lapangan sepak bola sehingga Raja hutan memutuskan untuk membagi taman tersebut menjadi dua bagian. Bagian utara adalah tanggung jawab Kuki sedangkan Mimo di beri tugas untuk menjaga taman di bagian selatan. Pohon mangga yang ada di tengah taman menjadi penanda batas wilayah tugas mereka. Mimo merupakan serangga yang rajin, dia selalu mulai bekerja lebih awal daripada Kuki. Pekerjaan yang dia lakukan pun rapi dan indah sehingga taman bagian selatan memiliki berbagai macam warna bunga yang indah. Tidak seperti Mimo, Kuki merupakan serangga yang malas, dan rakus. Setiap hari dia hanya sibuk untuk meminum nektar-nektar bunga saja. Dia tidak pernah menyemai serbuk sari di atas putik bunga. Ketika Mimo sedang bekerja dengan giat untuk menyemai serbuk sari. Kuki hanya tidur-tiduran diatas kelopak bunga sambil menyantap nektar sangat lezat itu.
Suatu hari ketika mereka berpapasan di tengah taman, Mimo bertanya kepada Kuki
“Hai Kuki, bagaimana keadaan tamanmu hari ini, apakah kamu sudah menyemai serbuk sari ?” Mendengar pertanyaan Mimo, Kuki menjadi marah karena merasa Mimo menuduhnya tidak bekerja.

“Hei Mimo, apakah kau menuduhku tidak bekerja? Lihatlah dengan mata kepalamu sendiri. Aku sudah menyamai serbuk sari , tak bisakah kau melihat bunga-bunga di tamanku?”
“Bukan begitu maksudku sahabat, aku tidak bermaksud untuk menuduhmu aku hanya penasaran kenapa musim ini jumlah bunga di taman utara menjadi lebih sedikit?”
“Ah sudahlah, terserah katamu. Aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan” Kuki berbalik dan terbang menuju taman bunga dengan perasaan kesal.

Mimo sebenarnya tahu bahwa Kuki tidak pernah bekerja, dia hanya sibuk untuk makan dan makan saja. Kuki sekarang terlihat lebih gemuk dan kotor karena dia malas untuk membersihkan sayap-sayapnya. Jumlah bunga yang semakin sedikit di taman utara adalah akibat dari kemalasan Kuki sendiri. bukan kali ini saja Mimo menanyakan hal ini kepada Kuki. Reaksi dan jawaban Kuki selalu sama, dia selalu marah ketika ditanya mengenai pekerjaan.

Pagi itu, ketika Mimo sedang menyamai serbuk sari, datanglah Dudu si belalang. Dia adalah pembawa pesan sang Raja. Ketika melihat taman selatan yang dirawat oleh Mimo, Dudu merasa senang karena taman itu terlihat sangat indah. Dudu mengatakan bahwa Raja dan rombongan akan datang mengunjungi taman ini sehari setelah bulan purnama tiba. Mendengar berita dari Dudu, Mimo merasa senang karena sudah lama dia tidak menghadap sang Raja. Namun tiba-tiba Mimo teringat kepada Kuki dan tamannya yang jelek. Mimo pun bertanya kepada Dudu.

“Du, di taman manakah Raja ingin berkunjung? Taman bagian selatan saja atau ke utara juga”
“semuanya Mimo, Raja ingin berkeliling taman seharian sehingga dia akan mengunjungi tamanmu dan taman Kuki. kulihat tamanmu sangat indah dan rapi, pasti taman utara yang diurus Kuki juga bagus dan serapi punyamu” Jawab Dudu

Mendengar jawaban Dudu, Mimo menjadi bingung karena pada faktanya taman utara memiliki sedikit bunga dan kotor. Mimo bingung harus berkata apa sehingga dia menjadi termenung. Mimo terbangun dari lamunannya ketika Dudu berpamitan untuk mengunjungi Kuki.

“Mo, aku pamit dulu ya. Aku mau melihat taman utara sekalian memberitahukan berita ini kepada Kuki”  Mimo  hanya mampu mengangguk tanpa mengatakan satu patah katapun.

Ketika melewati perbatasan taman utara dan selatan. Dudu sangat terkejut melihat kondisi taman utara yang kotor dan jelek. Jumlah bunga di taman utara sangat sedikit, berbeda dengan kondisi di taman selatan. Dudu menjadi sangat kesal dan marah kepada Kuki. Dia ingin segera menemui dan menyakanan apa yang terjadi dengan taman utara.  
Kuki sedang tidur-tiduran di kelopak bunga ketika Dudu datang. Dia terkejut dengan kedatangan Dudu yang tiba-tiba sehingga tidak dapat berkata apapun. Melihat sikap Kuki yang malas-malasan Dudu menjadi sangat marah. Dia mengatakan kepada Kuki bahwa Raja akan datang sehari setelah purnama sehingga Kuki harus membuat taman utara seindah taman selatan ketika Raja datang. jika tidak maka Dudu akan mengusir Kuki dari taman utara. Melihat kemarahan Dudu Kuki menjadi ketakutan dan bingung. Dia bingung harus berbuat apa karena kondisi taman utara tentu saja tidak dapat diperbaiki hanya dalam hitungan hari. Dia merasa menyesal atas kemalasan yang selama ini dia lakukan. Meskipun malu, Kuki datang kepada Mimo untuk bertanya dan menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya.

Mimo sudah menduga bahwa Dudu akan marah besar ketika mengetahui kondisi taman utara. Ketika Kuki datangpun dia tidak terkejut sama sekali. Dia kemudian menyarankan Kuki untuk pergi menemui Labi si laba-laba d hutan. Dulu Mimo pernah mendegar cerita Labi tentang tanaman yang mampu berbunga dalam waktu yang singkat.

Tanpa membuang waktu, Kuki terbang ke hutan untuk menemui Labi. Kuki meneceritakan kejadian yang dia alami kepada Labi. Labi mnegatakan bahwa di hutan sebelah timur, di dekat perbukitan terdapat taman yang indah. di taman tersebut tumbuh tanaman Rubi dapat berbunga hanya dalam hitungan hari. Namun Rubi merupakan tananaman yang berbahaya karena nektar dari bunganya mengandung racun. Labi memperingatkan Kuki untuk hanya mengambil biji Rubi saja karena sudah banyak serangga yang mati akibat racun bunga Rubi. Mendengar cerita Labi. Kuki merasa sangat senang karena masalahnya akan segela terselesaikan. Dia berjanji kepada Labi untuk tidak menyentuh  nektar dari bunga Rubi dan hanya mengambil bijinya saja.

Keesokan harinya, Kuki terbang menuju taman Rubi. Di sepanjang perjalanan, dia merasa gembira karena masalahnya sudah terselesaikan. Sepanjang jalan dia terbang sambil bersenandung dengan riang gembira.

Taman Rubi memang benar-benar indah seperti perkataan Labi. Bunga Rubi berwarna ungu dan memiliki aroma yang sangat enak. Kuki teringat perkataan Labi bahwa nektar dari bunga Rubi sangat lah beracun. Dia kemudian terbang dari satu dahan ke dahan yang lain untuk mencari biji Rubi. Semakin masuk kedalam, bau dari nektar semakin enak dan menggoda Kuki untuk mencobanya. Kuki menjadi semakin terperdaya akan bau nektar yang sangat lezat itu

“Ah mungkin Labi berbohong, mana ada racun yang memiliki bau seenak ini. mungkin dai berkata begitu karena ingin menguasai seluruh nektar bunga Rubi ini” ujar Kuki
“Ya memang begitu, dasar Labi. Kau penipu, tapi kau bodoh karena aku adalah Kuki si cerdas. Aku akan kuasai semua bunga Rubi ini”

Kuki-pun kemudian memakan nektar-nektar bunga Rubi itu. Segera setelah mecicip nektar Rubi Kuki langsung memutahkannya karena rasanya ternyata sangat tidak enak dan menjijikkan. Sesaat kemudian kepala Kuki menjadi pusing dan berat, dia kemudian menyadari bahwa nektar tersebut benar-benar beracun. Kuki kehilangan kesadaran dan terjatuh dari kelopak bunga. Dia tewas ditengah-tengah taman bunga Rubi.

Demikianlah cerita Kuki dan Mimo. Apa yang terjadi kepada Kuki merupakan hasil perbuatan dia sendiri, dia terlalu rakus dan tamak. Dia tidak pernah mendengarkan nasihat dan perkataan dari teman-temannya.