KUKI DAN MIMO
Alkisah di sebuah daerah nan jauh
disana, hiduplah Kuki dan Mimo si kupu-kupu. Kedua nya adalah sahabat semenjak
masih di dalam telur. Kuki dan Mimo sangat dikagumi oleh teman-teman serangga
yang lain karena keindahan sayap yang mereka miliki. Kuki dan Mimo tinggal di
sebuah taman bunga di tepi hutan. Tempat tersebut dipenuhi oleh berbagai macam
jenis bunga yang memiliki nektar yang lezat. Setiap hari ketika fajar
menyingsing Kuki dan Mimo akan terbang dan hinggap dari satu bunga ke bunga
yang lain. Tugas mereka lah untuk menjaga agar tanaman-tanaman ditempat
tersebut berbunga sepanjang waktu, dan sebagai imbalannya mereka diperbolehkan
untuk memakan nektar bunga sesuka hati mereka. Ketika mengambil nektar mereka
harus meletakkan serbuk sari diatas kepala putik sehingga kelak akan ada
tanaman baru yang tumbuh untuk berbunga kembali.
Taman bunga tempat mereka tinggal seluas
lapangan sepak bola sehingga Raja hutan memutuskan untuk membagi taman tersebut
menjadi dua bagian. Bagian utara adalah tanggung jawab Kuki sedangkan Mimo di
beri tugas untuk menjaga taman di bagian selatan. Pohon mangga yang ada di
tengah taman menjadi penanda batas wilayah tugas mereka. Mimo merupakan
serangga yang rajin, dia selalu mulai bekerja lebih awal daripada Kuki.
Pekerjaan yang dia lakukan pun rapi dan indah sehingga taman bagian selatan
memiliki berbagai macam warna bunga yang indah. Tidak seperti Mimo, Kuki
merupakan serangga yang malas, dan rakus. Setiap hari dia hanya sibuk untuk meminum
nektar-nektar bunga saja. Dia tidak pernah menyemai serbuk sari di atas putik
bunga. Ketika Mimo sedang bekerja dengan giat untuk menyemai serbuk sari. Kuki
hanya tidur-tiduran diatas kelopak bunga sambil menyantap nektar sangat lezat
itu.
Suatu hari ketika mereka
berpapasan di tengah taman, Mimo bertanya kepada Kuki
“Hai Kuki,
bagaimana keadaan tamanmu hari ini, apakah kamu sudah menyemai serbuk sari ?” Mendengar
pertanyaan Mimo, Kuki menjadi marah karena merasa Mimo menuduhnya tidak
bekerja.
“Hei Mimo,
apakah kau menuduhku tidak bekerja? Lihatlah dengan mata kepalamu sendiri. Aku
sudah menyamai serbuk sari , tak bisakah kau melihat bunga-bunga di tamanku?”
“Bukan
begitu maksudku sahabat, aku tidak bermaksud untuk menuduhmu aku hanya
penasaran kenapa musim ini jumlah bunga di taman utara menjadi lebih sedikit?”
“Ah
sudahlah, terserah katamu. Aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan” Kuki
berbalik dan terbang menuju taman bunga dengan perasaan kesal.
Mimo sebenarnya tahu bahwa Kuki
tidak pernah bekerja, dia hanya sibuk untuk makan dan makan saja. Kuki sekarang
terlihat lebih gemuk dan kotor karena dia malas untuk membersihkan
sayap-sayapnya. Jumlah bunga yang semakin sedikit di taman utara adalah akibat
dari kemalasan Kuki sendiri. bukan kali ini saja Mimo menanyakan hal ini kepada
Kuki. Reaksi dan jawaban Kuki selalu sama, dia selalu marah ketika ditanya
mengenai pekerjaan.
Pagi itu, ketika Mimo sedang
menyamai serbuk sari, datanglah Dudu si belalang. Dia adalah pembawa pesan sang
Raja. Ketika melihat taman selatan yang dirawat oleh Mimo, Dudu merasa senang
karena taman itu terlihat sangat indah. Dudu mengatakan bahwa Raja dan
rombongan akan datang mengunjungi taman ini sehari setelah bulan purnama tiba.
Mendengar berita dari Dudu, Mimo merasa senang karena sudah lama dia tidak
menghadap sang Raja. Namun tiba-tiba Mimo teringat kepada Kuki dan tamannya
yang jelek. Mimo pun bertanya kepada Dudu.
“Du, di taman manakah Raja ingin berkunjung? Taman bagian
selatan saja atau ke utara juga”
“semuanya Mimo, Raja ingin berkeliling taman seharian sehingga
dia akan mengunjungi tamanmu dan taman Kuki. kulihat tamanmu sangat indah dan
rapi, pasti taman utara yang diurus Kuki juga bagus dan serapi punyamu” Jawab Dudu
Mendengar jawaban Dudu, Mimo
menjadi bingung karena pada faktanya taman utara memiliki sedikit bunga dan
kotor. Mimo bingung harus berkata apa sehingga dia menjadi termenung. Mimo
terbangun dari lamunannya ketika Dudu berpamitan untuk mengunjungi Kuki.
“Mo, aku pamit dulu ya. Aku mau melihat taman utara sekalian
memberitahukan berita ini kepada Kuki” Mimo hanya mampu mengangguk tanpa mengatakan satu
patah katapun.
Ketika melewati perbatasan taman
utara dan selatan. Dudu sangat terkejut melihat kondisi taman utara yang kotor
dan jelek. Jumlah bunga di taman utara sangat sedikit, berbeda dengan kondisi
di taman selatan. Dudu menjadi sangat kesal dan marah kepada Kuki. Dia ingin
segera menemui dan menyakanan apa yang terjadi dengan taman utara.
Kuki sedang tidur-tiduran di
kelopak bunga ketika Dudu datang. Dia terkejut dengan kedatangan Dudu yang
tiba-tiba sehingga tidak dapat berkata apapun. Melihat sikap Kuki yang
malas-malasan Dudu menjadi sangat marah. Dia mengatakan kepada Kuki bahwa Raja
akan datang sehari setelah purnama sehingga Kuki harus membuat taman utara
seindah taman selatan ketika Raja datang. jika tidak maka Dudu akan mengusir Kuki
dari taman utara. Melihat kemarahan Dudu Kuki menjadi ketakutan dan bingung.
Dia bingung harus berbuat apa karena kondisi taman utara tentu saja tidak dapat
diperbaiki hanya dalam hitungan hari. Dia merasa menyesal atas kemalasan yang
selama ini dia lakukan. Meskipun malu, Kuki datang kepada Mimo untuk bertanya
dan menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya.
Mimo sudah menduga bahwa Dudu
akan marah besar ketika mengetahui kondisi taman utara. Ketika Kuki datangpun
dia tidak terkejut sama sekali. Dia kemudian menyarankan Kuki untuk pergi
menemui Labi si laba-laba d hutan. Dulu Mimo pernah mendegar cerita Labi
tentang tanaman yang mampu berbunga dalam waktu yang singkat.
Tanpa membuang waktu, Kuki terbang
ke hutan untuk menemui Labi. Kuki meneceritakan kejadian yang dia alami kepada Labi.
Labi mnegatakan bahwa di hutan sebelah timur, di dekat perbukitan terdapat
taman yang indah. di taman tersebut tumbuh tanaman Rubi dapat berbunga hanya
dalam hitungan hari. Namun Rubi merupakan tananaman yang berbahaya karena
nektar dari bunganya mengandung racun. Labi memperingatkan Kuki untuk hanya
mengambil biji Rubi saja karena sudah banyak serangga yang mati akibat racun
bunga Rubi. Mendengar cerita Labi. Kuki merasa sangat senang karena masalahnya
akan segela terselesaikan. Dia berjanji kepada Labi untuk tidak menyentuh nektar dari bunga Rubi dan hanya mengambil
bijinya saja.
Keesokan harinya, Kuki terbang
menuju taman Rubi. Di sepanjang perjalanan, dia merasa gembira karena masalahnya
sudah terselesaikan. Sepanjang jalan dia terbang sambil bersenandung dengan riang
gembira.
Taman Rubi memang benar-benar
indah seperti perkataan Labi. Bunga Rubi berwarna ungu dan memiliki aroma yang
sangat enak. Kuki teringat perkataan Labi bahwa nektar dari bunga Rubi sangat
lah beracun. Dia kemudian terbang dari satu dahan ke dahan yang lain untuk
mencari biji Rubi. Semakin masuk kedalam, bau dari nektar semakin enak dan
menggoda Kuki untuk mencobanya. Kuki menjadi semakin terperdaya akan bau nektar
yang sangat lezat itu
“Ah
mungkin Labi berbohong, mana ada racun yang memiliki bau seenak ini. mungkin
dai berkata begitu karena ingin menguasai seluruh nektar bunga Rubi ini” ujar Kuki
“Ya
memang begitu, dasar Labi. Kau penipu, tapi kau bodoh karena aku adalah Kuki si
cerdas. Aku akan kuasai semua bunga Rubi ini”
Kuki-pun kemudian memakan
nektar-nektar bunga Rubi itu. Segera setelah mecicip nektar Rubi Kuki langsung
memutahkannya karena rasanya ternyata sangat tidak enak dan menjijikkan. Sesaat
kemudian kepala Kuki menjadi pusing dan berat, dia kemudian menyadari bahwa
nektar tersebut benar-benar beracun. Kuki kehilangan kesadaran dan terjatuh
dari kelopak bunga. Dia tewas ditengah-tengah taman bunga Rubi.
Demikianlah cerita Kuki dan Mimo. Apa yang terjadi
kepada Kuki merupakan hasil perbuatan dia sendiri, dia terlalu rakus dan tamak.
Dia tidak pernah mendengarkan nasihat dan perkataan dari teman-temannya.